Rabu, 19 Agustus 2009 00:42 WIB
Hattrick Lin Dan!!
Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, partai final tunggal putra Yonex-Sunrise BWF World Championship 2009 antara Chen Jin melawan Lin Dan berlangsung seimbang. Kedua pemain memang sudah saling kenal gaya permainan masing-masing. Tak pelak, skor yang dihasilkan pun kejar mengejar. Namun, Chen Jin terlalu banyak melakukan unforced error yang mengharuskan dirinya menyerah 18-21 pada set pertama.
Memasuki set kedua, Chen Jin sempat memimpin hingga 8-5, namun Lin Dan mampu menyamakan kedudukan 14-14 dan menutup set kedua dengan kemenangan 21-16. Kemenangan ini sekaligus torehan sejarah bagi Lin Dan, karena berhasil mencetak hattrick, menjadi juara dunia 3 kali berturut-turut.
Setelah di babak sebelumnya mengalahkan pasangan Zheng Bo/Ma Jin (China) dan pasangan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea), ganda campuran Denmark Thomas Laybourn/ Kamilla Rytter Juhl tampil meyakinkan di babak final melawan ganda campuran Tanah Air, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Pasangan Nova/Liliyan kerap melakukan kesalahan sendiri. Dominasi yang ditunjukkan Thomas/Kamilla membawa mereka memenangkan set pertama dengan skor 21-13.
Pada set kedua, Nova/Liliyana tampak sulit menemukan bentuk permainan mereka. Bahkan, Nova sempat dua kali melakukan kesalahan ketika serve. Namun, ketika kedudukan 19-12 untuk pasangan Thomas/Kamilla, Nova/Liliyana sempat bangkit dan menyusul hingga kedudukan 20-16. Tapi akhirnya, pasangan Thomas/Kamilla berhasil menutup set ini dengan kemenangan 21-17 dan meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Cina Masih Perkasa
Di partai final ganda putri terjadi All China Final antara pasangan Cheng Su/Zhao Yunlei melawan Zhang Yawen/Zhao Tingting. Pertemuan ini merupakan pertandingan antara senior (Yawen/Tingting) melawan juniornya (Su/Yunlei). Kedua pasangan memiliki gaya yang berbeda benar-benar. Masing-masing menunjukkan permainan terbaiknya dalam pertandingan sepanjang tiga set. Banyak reli-reli panjang mewarnai duel ganda China ini. Namun, pengalaman bertanding yang lebih banyak mengantarkan pasangan Yawen/Tingting mengakhiri perlawanan Su/Yunlei dengan skor 17-21, 21-17, dan 21-16.
Di partai final tunggal putri, lagi-lagi China memastikan dua pemainnya berlaga. All China Final itu mempertemukan Xie Xingfang melawan Lu Lan. Selama ini di beberapa turnamen internasional, Lu Lan lebih banyak meraih posisi ke-2 alias runner-up. Namun final kali ini merupakan kesempatan bagi Lu Lan untuk menjadi seorang juara dunia. Di set pertama Lu Lan sempat memimpin 4-1, lalu melaju hingga 13-7. Namun keunggulan ini sempat disusul oleh Xie Xingfang hingga 21-20. Namun akhirnya Lu Lan berhasil menutup set tersebut dengan skor 23-21.
Xie Xingfang tampak kehabisan motivasi dan energi, sedangkan Lu Lan semakin termotivasi dengan keadaan ini. Set kedua berjalan lebih cepat dibanding set pertama. Lu Lan menutup set kedua dengan kemenangan 21-12. Lu Lan berhasil meraih gelar juara dunianya yang pertama sekaligus mengubur mimpi Xie Xingfang dan Lin Dan yang ingin mengawinkan gelar juara dunia.
Partai final ganda putra tampaknya merupakan partai yang paling menegangkan dan ditunggu-tunggu. Di final kejuaraan dunia ini, pasangan China Cai Yun/Fu Haifeng ditantang Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dari Korea. Permainan cepat dan menyerang dipertontonkan kedua pasangan. Pada set pertama, pasangan Cai/Fu melaju cepat dengan memimpin skor pertandingan 11-6. Berbeda dengan pasangan Jung/Lee yang masih menemukan gaya permainannya pada awal-awal pertandingan. Namun, akhirnya pasangan Jung/Lee mulai bergerak mengejar perolehan skor hingga 18-20. Sayangnya, pasangan Cai/Fu mampu menutup set pertama dengan kedudukan 21-18.
Kekalahan di set 1 membuat pasangan Jung/Lee memperbaiki permainannya di set berikutnya.Terbukti, pasangan negeri gingseng ini mampu menaklukan pasangan Cai/Fu dengan skor 21-16 pada set ke-2. Pada set penentuan, pertandingan berjalan semakin ketat dan menegangkan. Pasangan Cai/Fu terlebih dahulu mencapai match point, 20-19. Namun, Jung/Lee tidak mau menyerah begitu saja. Cai/Fu harus melewati 6 kali match point sebelum akhirnya menutup set ke-3 dengan skor 28-26 dan memastikan gelar juara dunia ganda putra.
China mendulang sukses besar di Hyderabad, India. Memboyong 4 gelar juara dunia sekaligus. Bahkan, tiga dari lima partai final telah jadi milik putra-putri negeri tirai bambu ini. Lalu, kapan nostalgia kejayaan bulutangkis Indonesia jadi kenyataan?



