DeEXPO III, Unjuk Karya UMKM Depok

Updated on 1 Feb 2016 @ 16:09 by Editorial Staff | 566 Views

DeExpo 2013

Selama lima hari, 8-12 Mei 2013, Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar menggelar “DeExpo III” sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama dalam kegiatan pemasaran. Gelar karya UMKM ini juga merupakan bagian dari serangkaian acara peringatan HUT ke-14 Kota Depok.

Bertempat di Depok Town Square, ekspo yang memasuki tahun ketiga ini diikuti tak kurang dari 74 peserta, terbagi dalam kategori kuliner (25 UMKM), fesyen (14 UMKM), kerajinan (23 UMKM), dan Dekranasda Kota Depok (12 UMKM). Para peserta ekspo ini juga mewakili 11 kecamatan di Kota Depok. Berdasarkan data 2011, jumlah UMKM di Kota Depok mencapai 15.000, dan 65% di antaranya tergolong usaha mikro.

Menurut Wakil Walikota Depok Idris Abdul Somad, gelar karya UMKM ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kreativitas warga Depok sekaligus langkah strategis peningkatan pembangunan Kota Depok. “Perekonomian Kota depok memang mengandalkan sumber daya manusia yang kreatif dan unggul,” imbuhnya. Hal ini sejalan dengan misi DeExpo III yang mengusung tema “Menuju UMKM Kota Depok yang Kreatif dan Maju”.

Dalam konteks pemasaran, gelar karya UMKM ini diharapkan menjadi salah satu saluran yang dapat menghubungkan pelaku usaha dan konsumen secara langsung. Menurut Annisa Budihartini dari UKM aneka olahan lidah buaya Olavera, selain pembeli individu (end user), pembeli yang datang ke stand-nya juga berasal dari toko. “Pengunjung tersebut mau jadi reseller kami,” imbuhnya. Produk Olavera sendiri memang sudah memiliki banyak reseller yang tersebar di Depok, Jakarta, dan sekitarnya.

Beberapa peserta DeExpo mengaku respons pengunjung terhadap pameran cukup tinggi. “Pengunjung ramai dan omset bagus,” ujar Kusman, UKM wayang golek Sari Bina Mandiri. Hal senada juga diungkapkan Saripah Aini dari UKM Mutiara Ibu yang mewakili Kecamatan Cimanggis, “Sangat antusias, karena memang dari penjualan untuk wilayah Depok sangat bagus.”

Dari segi penyelenggaraan, Kusman menilai tata letak DeExpo kali ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.  Pasalnya, peserta ekspo ditempatkan sesuai dengan kategori usaha, tidak tercampur satu sama lain seperti pada penyelenggaraan ekspo sebelumnya. “Wayang golek tidak lagi digandeng-gandeng dengan martabak,” kelakarnya.

Meski begitu beberapa peserta juga mengaku pengunjung ekspo banyak, namun minat untuk membeli kurang. “Tidak semua orang tahu, mungkin perlu disediakan (papan) petunjuk atau pengumuman (melalui pengeras suara),” ujar Annisa.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok – 2013

Editorial Staff

Editorial Team at depokita.com