Keren Tanpa Rokok (4): 7 Tip Menghentikan Kebiasaan Merokok

Updated on 4 Jul 2014 @ 13:59 by Editorial Staff | 313 Views

Rokok tak ubahnya candu, sekali kenal sulit untuk meninggalkannya. Namun, bukan berarti kebiasaan merokok tidak bisa dihentikan sama sekali. Banyak kisah perokok berat di sekitar kita yang mampu meninggalkan kebiasaan buruk ini. Bahkan, ada yang sudah puluhan tahun menjadi perokok akhirnya bisa berhenti total merokok. Banyak di antara mereka mengaku memiliki kualitas hidup lebih baik setelah berhenti merokok: badan lebih segar, fit, bahkan bisa mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer.

Namun, tak jarang pula kita mendengar pengakuan para perokok yang ingin sekali menyetop kebiasaannya atau paling tidak menguranginya berakhir dengan kegagalan. Bahkan, kebiasaan ini berlanjut dan semakin parah. Biasanya pengaruh lingkungan menjadi magnet bagi si perokok untuk kembali mengisap benda kontroversial ini.

Lantas bagaimana cara berhenti merokok yang efektif? Berikut ini beberapa tip sederhana yang jika dilakukan dengan komitmen tinggi, niscaya siapa pun akan bisa menguasai dirinya terhadap rokok.

Teguhkan niat
Mengubah sebuah kebiasaan merokok bukan suatu perkara mudah. Apalagi kebiasaan ini sudah berlangsung tahunan. Namun, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri untuk apa Anda merokok selama ini? Apakah alasan-alasan tersebut lebih berharga dari kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan Anda? Jika jawabannya tidak, saatnya Anda mengambil tindakan.

Bangunlah niat yang teguh. Niat yang kuat berasal dari kesadaran yang penuh dan didukung pengetahuan dan alasan-alasan logis. Pengetahuan di sini bisa berupa bahaya merokok, mengapa rokok membuat orang kecanduan, atau isu-isu sosial seputar rokok. Niat Anda menentukan sejauh mana usaha Anda membebaskan diri dari bayangan rokok, karena niat merupakan wujud sikap mental Anda. Di sinilah komitmen Anda mengalir. Niat yang teguh seharusnya datang dari kesadaran penuh diri sendiri, bukan karena bertaruh atau uji kesanggupan.

Kenali diri sendiri
Tanyakan pada diri Anda sendiri pada saat seperti apa dan karena apa saja akhirnya Anda menyulut api dan merokok? Dengan mengenal dan memahami kebiasaan ini Anda bisa menghindari pemicu yang akan memerangkap Anda untuk merokok. Pengetahuan ini juga akan membantu Anda mengubah gaya hidup lama yang lekat dengan rokok.

Tentukan momen
Dari berbagai kisah para perokok yang berhasil berhenti merokok, umumnya mereka memulai “diet” merokok dengan menentukan hari tertentu. Tapi bukan berarti karena mencari momen yang tepat menjadi alasan Anda mengurungkan niat untuk berhenti merokok. Itu tandanya masih ada yang salah dengan niat Anda. Momen yang baik tak harus ditandai sebuah peristiwa “besar”. Kembalilah bertanya pada diri sendiri, Anda akan menemukan jawabannya.

Tandai di kalender hari dan tanggal Anda akan mulai berhenti merokok. Ingatlah, setiap hari yang Anda lalui tanpa rokok adalah sebuah kemajuan bagi kualitas hidup Anda.

Ubah kebiasaan lama
Memutus kebiasaan merokok bukan hanya terbatas pada menghentikan mengisap rokok. Anda pun perlu membangun komitmen meninggalkan hal-hal terkait dengan kebiasaan tersebut. Mengapa? Bagi sebagian pecandu berat, merokok sudah menjadi sebuah aktivitas rutin yang dikerjakan di luar kesadaran alias berlangsung otomatis. Biasanya kebiasaan merokok juga diikuti kebiasaan minum kopi yang berlebihan atau malas berolahraga. Putus lingkaran ini agar Anda dapat mereduksi godaan merokok. Dengan kata lain, gaya hidup Anda pun juga harus ikut berubah.

Dukungan keluarga
Komunikasikan niat dan aksi Anda berhenti merokok dengan keluarga dan orang terdekat. Dukungan dari mereka merupakan suntikan energi positif bagi Anda, terutama ketika godaan merokok datang. Dengan komunikasi yang baik, keluarga dan orang terdekat selalu menjadi “rumah” untuk memurnikan kembali niat Anda.

Berhenti secara bertahap
Anda selalu punya pilihan, termasuk ingin bertahap atau secara ekstrem berhenti merokok. Jika memilih untuk bertahap, pastikan Anda melakukannya dengan niat yang sama kuatnya dengan cara ekstrem. Cara ini juga dapat membangun sense Anda mengenali manfaat baik dan efek buruk merokok dari pengalaman sendiri.

Berpikir positif, alihkan ke aktivitas lain
Jika setiap selesai makan adalah waktu Anda merokok, mulailah cari kegiatan pengalih. Anda bisa memilih mengunyah permen karet mint atau berjalan beberapa meter untuk mengalihkan keinginan merokok. Ketimbang Anda berkata “Saya tidak akan merokok setelah makan malam,” lebih baik Anda berkata “Saya akan berjalan kaki sebentar setelah makan malam.”

(Dari berbagai sumber online)
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok – 2012

Gambar: sxc.hu

Editorial Staff

Editorial Team at depokita.com