Keren Tanpa Rokok (1): Bahaya Rokok

Updated on 4 Jul 2014 @ 13:27 by Editorial Staff | 414 Views

Merokok adalah kebiasaan buruk. Selain karena sudah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan, jumlah kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok pun terus meningkat. Namun, tetap saja jumlah perokok terus bertambah. Bahkan, prevalensi perokok remaja pun melonjak tajam. Tak ayal pemandangan ruang publik yang bebas rokok pun saat ini makin sulit ditemui. Parahnya lagi, bagi sebagian besar penikmat rokok, kebiasaan ini sangat sulit dihentikan meski mereka sebenarnya tahu dampak negatif rokok.

Bagi mereka yang tidak suka merokok, mungkin sering bertanya mengapa para perokok begitu setia dengan benda kecil dan panjang itu. Perlu Anda ketahui bahwa rokok mengandung tiga zat berbahaya bagi kesehatan: tar, nikotin, dan karbon monoksida. Ketiganya bekerja bersama, memicu kecanduan hingga menggerogoti kesehatan seseorang.

Tar, si kotoran pekat

Zat berbahaya ini dapat menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan sehingga menyebabkan penyakit bronkitis kronis, emphysema (kerusakan jaringan paru), dan dalam beberapa kasus berujung pada kanker paru-paru (penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok). Racun kimia dalam tar juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. Tar yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih.

Nikotin, si candu

Rokok mengandung nikotin, zat kimia yang dapat memberikan rasa nikmat hingga kecanduan. Zat ini memengaruhi sistem saraf dan mempercepat detak jantung (melebihi detak normal), sehingga menambah risiko terkena penyakit jantung.

Karbon monoksida, si penyusup

Zat kimia ini sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah. Ia dapat meresap ke dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selain itu, karbon monoksida memicu penumpukan zat-zat penyumbat pembuluh nadi yang dapat menyebabkan serangan jantung fatal dan gangguan sirkulasi darah di kaki. Efek terakhir ini membuat para wanita perokok lebih berisiko mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi (pil KB)—daripada wanita non-perokok. Itulah sebabnya para dokter kandungan (ginekolog) umumnya segan memberi pil KB kepada wanita yang merokok.

Adapun efek dari merokok, antara lain dapat menyebabkan kanker mulut, pita suara, dan esofagus. Wanita perokok memiliki kemungkinan 13 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru jika dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Sedangkan pria perokok berisiko 23 kali lebih tinggi terkena kanker paru paru jika dibandingkan dengan pria yang tidak merokok. Perokok juga memiliki risiko tiga kali lebih tinggi menderita katarak yang dapat menyebabkan kebutaan, kanker perut dan lambung, kanker ginjal, kanker pankreas, dan bila fatal dapat menyebabkan diabetes mellitus, kanker leher rahim, dan kanker darah (leukemia).

Rokok juga dapat menjadi penyebab utama terjadinya stroke dan kerusakan otak. Perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) yang dapat merusak jaringan halus tulang. Dampak lainnya dapat mengakibatkan pneumonia, bronkitis, asma, batuk kronis, gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, kemandulan, bayi lahir prematur, dan bayi lahir berat badan kurang (BBLR).

Untuk mencegah dampak buruk dari masuk dan tertimbunnya bahan berbahaya rokok ke dalam saluran pernapasan, sebaiknya perokok mengonsumsi sumber-sumber klorofil dan antioksidan secara teratur. Namun, langkah yang paling tepat adalah mulai berubah, mengurangi, dan menghilangkan kebiasaan hidup yang kurang baik seperti merokok.

(Dari berbagai sumber online)
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok – 2012

Gambar: sxc.hu

Editorial Staff

Editorial Team at depokita.com