SMPN 19 Bekasi Berjaya di LKB 2013

Updated on 1 Feb 2016 @ 16:09 by Editorial Staff | 861 Views

Langit mendung Kota Depok, Minggu sore 22 Juni 2013, tak mampu meredam euforia regu putra-putri pramuka SMPN 19 Bekasi yang berhasil memboyong Piala Bergilir Gerakan Pramuka Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah Jawa Barat sebagai Juara Umum Pangkalan Terbaik Lomba Kejar Bintang (LKB) 2013 SMPN 2 Depok. Kemenangan ini sudah dinanti sejak dua tahun lalu. Apalagi bagi beberapa anggota regu yang duduk di kelas 9, kegiatan ini merupakan lomba penutup keikusertaan mereka sebagai penggalang. “Makanya kami termotivasi banget untuk mempersembahkan kado terindah,” ujar Mario Gunawan, pelatih pramuka SMP 19 Bekasi.

Sementara itu, Juara Umum Pangkalan Terbaik LKB 2011 SMPN 9 Jakarta harus puas di posisi kedua. Namun, mereka berhasil menjuarai Wide Game Putra sekaligus merebut Piala Bergilir Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Depok sebagai Juara Umum Regu. Di kategori yel-yel, SMPN 76 Jakarta berjaya dengan menyabet Piala Bergilir Kapolres Kota Depok sebagai Juara Umum Yel.

Sebanyak 59 regu pramuka penggalang dari 23 pangkalan SMP/MTs se-Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta turut ambil bagian dalam lomba dwitahunan ini. Setiap pangkalan mengirimkan maksimum dua regu putra dan dua regu putri yang masing-masing terdiri atas delapan penggalang. LKB 2013 menggunakan sistem kedai yang memperlombakan tak kurang dari 18 mata lomba terbagi ke dalam lima pos. “Untuk (setiap) materi (lomba) peserta dipencar dan setelah materi kembali lagi,” terang Deri Supriadi Koesworo, Ketua Panitia LKB 2013.

Suasana kompetisi pun sangat kental selama lomba berlangsung. “Lawannya itu membangkitkan semangat, jadinya termotivasi,” aku Hilda Herenza pemimpin regu (pinru) dari SMPN 9 Depok.  Beberapa nomor lomba pun mempunyai tingkat kesulitan berbeda. Bagi Shaumi Alfina, pinru dari SMPN 9 Depok, nomor lomba menaksir di Pos 3 sangat menantang. “Salah sedikit saja, hasilnya pasti beda,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang bertemu antarpangkalan, LKB bertujuan mengasah keterampilan para pramuka penggalang. “Lomba kayak gini harus ada untuk melatih kekompakan, daya tahan, ketelitian, dan keterampilan,” ungkap Safira Azizah, pinru Black Orchid dari SMP 178 Jakarta Selatan. Ia juga mengaku memperoleh pengetahuan baru di LKB 2013, seperti materi pionering karikatur, menaksir menggunakan tongkat, dan lain-lain. “Itu ilmu banget,” tambahnya.

LKB sendiri sudah eksis sejak dua dekade lalu, namun sifatnya masih internal se-Kota Depok. Lomba ini pun sempat lama vakum. Keikutsertaan SMPN 2 Depok di berbagai lomba pramuka di Jabodetabek mendorong inisiatif untuk menghidupkan kembali LKB sekaligus menjawab tantangan menjadi tuan rumah. “Kita juga ingin mengajarkan pada adik-adik kita cara berorganisasi dan membuat sebuah event,” jelas Anang Kusuma, pembina pramuka SMPN 2 Depok sekaligus Ketua Panitia LKB 2011. Meski dengan persiapan yang terbilang singkat, Gudep 01.029-01.030 ini berhasil menggelar LKB 2011. Ajang ini kemudian dijadikan sebagai acara rutin SMPN 2 Depok.

Kesuksesan LKB 2013 ini memang tak lepas dari dukungan para alumni SMPN 2 Depok. “Kakak-kakak (alumni) ini memang sangat kami banggakan,” ungkap Marwiyah, pembina pramuka SMPN 2 Depok. Hal ini juga diamini oleh Ketua Kwarcab Depok Sario Sabini yang menilai kegiatan ini bagus dan pembinaan yang dilakukan oleh SMPN 2 Depok berhasil. Pasalnya, setelah menempuh dunia penggalang, para alumni tidak begitu saja meninggalkan gugus depannya. “Mereka mengikat kembali menjadi anggota ambalan,” kata Kak Sario, bangga.

Editorial Staff

Editorial Team at depokita.com