
Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak, sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan sebuah kegiatan edukatif bertajuk Mantra Land 2026 dengan tagline “Satu Mantra, Seribu Tawa”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bermain interaktif yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan (edutainment) melalui berbagai permainan tradisional khas Indonesia.
Kegiatan ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan tim Mantra Land 2026 kepada siswa sekolah dasar di wilayah Depok. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah memiliki atau menggunakan gadget setiap hari untuk bermain game, menonton video, hingga mengakses media sosial. Di sisi lain, banyak anak mengaku jarang memainkan permainan tradisional dan lebih sering menghabiskan waktu luang dengan perangkat digital. Temuan tersebut mendorong mahasiswa UBSI untuk menghadirkan alternatif aktivitas yang lebih sehat, interaktif, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Melalui Mantra Land 2026, anak-anak diajak untuk kembali mengenal permainan tradisional Betawi yang sarat nilai budaya, sosial, dan edukatif. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, serta aktivitas fisik melalui pengalaman bermain secara langsung.
Kegiatan yang akan diselenggarakan pada Jumat, 19 Juni 2026 di Main Atrium Mall Pesona Square Depok ini menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari penampilan Tari Sirih Kuning, talkshow mengenai dampak penggunaan gadget pada anak serta pengenalan permainan tradisional Betawi, workshop interaktif, sesi bermain permainan tradisional, hingga pertunjukan teater edukatif.
Dalam sesi bermain bersama, peserta akan diajak mencoba berbagai permainan tradisional Betawi seperti Wak Wak Gung, Caca Gulali & Cici Putri, Gasing, Ular Tangga, Keprayan, Estafet Sarung & Cone Ring, serta Dampu atau Engklek. Seluruh aktivitas dirancang untuk mendorong interaksi sosial dan kerja sama antarpeserta.
Mantra Land 2026 juga menggandeng sejumlah narasumber dan komunitas yang aktif dalam pelestarian budaya dan permainan tradisional. Salah satunya adalah Aghnina Wahdini, pendiri komunitas Traditional Games Returns (TGR), yang selama ini fokus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya permainan tradisional sebagai bagian dari pemenuhan hak bermain anak.
Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan kreator budaya Betawi Eshan, Sanggar Sriaji Budaya, Komunitas Traditional Games Returns (TGR), serta Teater Syahid yang akan menampilkan cerita tentang peralihan dari permainan tradisional Betawi ke penggunaan gadget. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh perwakilan Lembaga Kebudayaan Betawi, yaitu Imron Hasbullah selaku Sekretaris Umum sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi di kalangan generasi muda.
Melalui penyelenggaraan Mantra Land 2026, mahasiswa UBSI berharap dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keseimbangan antara penggunaan teknologi dan aktivitas sosial secara langsung. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan orang tua.
Dengan mengusung semangat “Satu Mantra, Seribu Tawa”, Mantra Land 2026 diharapkan menjadi bukti bahwa permainan tradisional Betawi masih memiliki tempat penting dalam membangun generasi yang aktif, kreatif, dan berkarakter di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI Hadirkan Mantra Land 2026, Ajak Anak Lepas dari Gadget Lewat Permainan Tradisional Betawi

Siap-siap Ngakak! Meet & Greet Cast Film “Cek Khodam” Hadir di Ciplaz Depok

Petualangan Seru di Hutan UI! Yuk Ikut Event Little Explorer Bareng Si Kecil

WOMDERLAND Gelar Pottery Making Anak di Depok

