
Kampanye Earth Hour akan kembali diselenggarakan pada akhir pekan ini. Melansir dari laman resmi WWF Indonesia, Earth Hour merupakan gerakan global yang mengajak individu, komunitas, pebisnis, hingga pemerintah di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
Aksi ini dilakukan secara simbolis melalui pemadaman lampu dan alat elektronik yang tidak esensial selama satu jam. Sesuai dengan tradisi pelaksanaannya yang selalu digelar pada hari Sabtu di pekan terakhir bulan Maret, peringatan Earth Hour 2026 dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
Di tingkat regional, komunitas Earth Hour Depok turut mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Depok untuk berpartisipasi secara serentak. Aksi pemadaman lampu selama satu jam ini merupakan bentuk kontribusi kecil yang dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi.
Pesan Global Sekjen PBB: Peringatan 20 Tahun Earth Hour
Pelaksanaan Earth Hour tahun ini menjadi momen penting karena menandai 20 tahun bergulirnya kampanye tersebut sejak pertama kali diinisiasi. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, secara khusus merilis pesan video yang menyoroti urgensi aksi iklim di tingkat global.
Dalam transkrip pidatonya, Guterres menyatakan bahwa Earth Hour telah bertransformasi dari sebuah gerakan yang sederhana menjadi sinyal kuat bagi masyarakat dunia untuk menuntut langkah konkret penanganan iklim.
“Tahun ini, ketika Earth Hour menandai 20 tahun dampaknya, saya mengundang Anda untuk bergabung dengan jutaan orang yang mematikan lampu yang tidak penting pada hari Sabtu, 28 Maret. Tetapi jangan biarkan ini hanya menjadi langkah kecil dalam kegelapan. Jadikan itu percikan perubahan,” tegas Guterres.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PBB tersebut merinci tiga tuntutan utama yang perlu disuarakan oleh masyarakat global melalui momentum Earth Hour tahun ini, yakni:
- Percepatan pemotongan emisi karbon global.
- Transisi yang cepat dan berkeadilan dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi terbarukan.
- Pemberian dukungan nyata bagi komunitas dan kelompok masyarakat yang terdampak.
“Bersuaralah. Bergeraklah. Bantu memperkuat masa depan yang lebih aman dan lebih adil bagi semua,” tutupnya.
Saksikan pesan lengkap Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengenai peringatan Earth Hour 2026 melalui tayangan video di bawah ini:
